Jumat, 22 Mei 2009

UJI RELIABILITAS

Uji Reliabilitas


Uji reliabilitas bermanfaat untuk mengetahui keandalan kuesioner, kuesioner yang reliable adalah kusioner yang apabila dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama. (Simamora, 2004).


Dalam pengujian keandalan alat ukur atau instrumen penelitian digunakan rumus Alpha (Cronbach Alpha), dikarenakan kategori jawaban tidak mengunakan variabel diskrit yang biasanya diskorsing dengan 0 dan 1, melainkan menggunakan skala likert dengan rentang nilai antara 1 sampai 5. Berikut ini perumusan untuk menentukan nilai Cronbach Alpha tersebut (Arikunto, 2002) :



Keterangan :

r11 = reliabilitas instrument

k = banyaknya butir pertanyaan

= jumlah varians butir

= varians total



Untuk dapat menentukan tingkat reliabilitas suatu alat ukur atau instrumen penelitian adalah dengan melihat kriteria penafsiran indeks korelasinya. Kaidah pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut :

1) sangat tinggi, dengan kriteria : 0,80s£1,00,

2) tinggi, dengan kriteria : 0,60<>s£0,80

3) sedang, dengan kriteria : 0,40 rs£0,60

4) rendah, dengan kriteria : 0,20 rs£0,40

5) sangat rendah, dengan kriteria : rs£0,20


Uji signifikansi reliabilitas biasanya dilakukan pada taraf signifikansi 0,05, artinya suatu item butir pernyataan dalam kuesioner dapat dinyatakan reliabel apabila nilai alphanya lebih besar dari nilai r kritis product moment. Sekaran menggunakan batasan tertentu yaitu sebesar 0,6, di mana reliabilitas yang nilai alphanya kurang dari 0,6 dinyatakan kurang baik sedangkan 0,7 dinyatakan diterima dan di atas 0,8 adalah Setuju.


Dari rumus yang dikemukakan di atas, baik pengolahan, pengujian, maupun analisis data untuk membuktikan tingkat validitas dan reliabilitas dilakukan dengan alat Bantu Program SPSS versi 15.0.


Instrumen utama dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan atau melalui wawancara kepada responden penelitian yang berjumlah 100 orang. Bentuk wawancara atau kuesioner ini dengan menggunakan sistem tertutup, yaitu setiap item atau butir pertanyaan telah diberikan lima alternatif jawaban.


Untuk pengukuran variabel kepuasan kerja karyawan, variabel kepemimpinan, dan variabel kinerja karyawan teknik penskoran Skala Likert dengan rentang skala 5 (lima). Setiap alternatif jawaban diberikan skor/nilai berdasarkan Skala Likert, yaitu dengan rentang skala :

1. Kategori Sangat Setuju diberi nilai = 5

2. Kategori Setuju diberi nilai = 4

3. Kategori Cukup Setuju diberi nilai = 3

4. Kategori Kurang Setuju diberi nilai = 2

5. Kategori Sangat Tidak Setuju diberi nilai = 1


Dalam penelitian (sosial) yang instrumennya menggunakan skala Likert maka data yang diperoleh adalah data interval (Sugiono, 2002:16). Skala interval ini digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval.



1 komentar:

imah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar